info@papuachannel.com +62-951-3171-189
Minggu, 04 Desember 2022
Boswesen Belum Ditutup, Pedagang Pasar Moderen Berjualan Di Kantor Wali Kota Sorong
September 27, 2022 // Author: // Category: Berita / Kota Sorong / Lihat Papua / Papua Barat / Peristiwa // 0
Share:

Pemandangan di lobi gedung kantor Wali Kota Sorong mendadak berubah pada Selasa 27 September 2022. Para pedagang sayur, ikan dan buah-buahan yang didominasi mama-mama Papua kembali menyampaikan protes dengan menggelar dagangan mereka di lobi gedung layaknya berjualan di pasar.

Aksi protes para pedagang dari pasar modern rufei ini dilakukan untuk mendesak pemerintah Kota Sorong segera menutup pasar boswesen.

Instruksi pemerintah kota yang telah memberi batas akhir 5 September lalu untuk pengosongan pasar Boswesen dinilai tidak serius. Hingga kini masih ada pedagang yang berjualan di pasar tersebut.

Menurut para pedagang, kondisi itulah yang menjadi penyebab sepinya pengunjung di pasar Moderen sehimgga berdampak pada kerugian mereka.

“Kami minta hari ini juga harus bapak walikota bertindak gusur pasar lama, karena kami ini rugi besar. Kami modal habis sayur sampai rusak. Bukan hari ini saja, dari mulai kita resmi tanggal 19 Agustus itu, sampai hari ini kami punya sayur tinggal main buang-buang saja. Apakah bapa walikota tidak kasihan kami masyarakat ? ”  ungkap Paulina, seorang pedagang sayur yang ikut dalam aksi.

Para pedagang pun meminta pemerintah adil dan konsisten untuk mengoperasikan pasar Moderen Rufei

“ Hari ini kita mama-mama datang kesini dengan satu tujuan bahwa hari ini juga kita dengan pemerintah bongkar pasar Boswesen ! Kita tidak butuhkan uang, kita mau hari ini juga pasar Boswesen harus dibongkar ! Sampai sekarang pasar Boswesen belum dibongkar. Penjual pakaian, penjual ikan, penjual sayur, penjual barang-barang kecil semua sudah masuk (ke pasar Modern Rufei) tetapi tidak ada orang yang belanja.” Kata Juliana, pedagang yang baru saja pindah dari pasar Boswesen.

Saat aksi protes ini digelar, penjabat Wali Kota Sorong, George Yarangga sementara melakukan dinas luar.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Sorong, Karel Gefilem yang menemui para pedagang  menyatakan pihaknya akan segera mengambil tindakan tegas terhadap pedagang yang masih berjualan di pasar Boswesen.

Pelaksana Tugas kemudian menggelar rapat mendadak dengan jajaran Forkopimda guna membahas rencana penggusuran pasar Boswesen.

“ Pimpinan OPD yang ada kami tidak bisa mengambil keputusan. Kami akan lapor ke Wali Kota, nanti beliau rapat dengan kami, keputusannya bagaimana ”  ungkap Karel Gefilem sesaat setelah menemui para pedagang.

Merasa tidak puas dengan pernyataan pelaksana tugas, para pedagang tetap bertahan di lobi gedung untuk bertemu langsung dengan Penjabat Wali Kota.

Para pedagang akhirnya hanya ditemui Dandim-1802/Sorong, Letkol (Inf) Todi Imansyah. Dandim kemudian berupaya mengendalikan suasana aksi yang mulai memanas sembari berjanji, Pemkot Sorong akan mengganti semua dagangan yang dibawa pedagang ke lobi. (*red)

Share