info@papuachannel.com +62-951-3171-189
Headline
  • JENAZAH Alm GABRIELA MEILANI DIEVAKUASI DARI KEDALAMAN TEBING 300 METER
  • PENGUNGSI DI MAYBRAT SEGERA DIEVAKUASI SETELAH JEMBATAN RAMPUNG
  • BANTUAN TANGAN KASIH TAHAP II DISALURKAN KEPADA 8000 PENERIMA
  • LANTIK PEJABAT ESELON, BUPATI MANOKWARI PESAN BEKERJA LOYAL UNTUK MASYARAKAT
  • TERPILIH SECARA AKLAMASI, JOHNY KAMURU DUKUNG LAMBERTUS JITMAU DI PILGUB PAPUA BARAT
  • KABAINTELKAM POLRI KECAM PEMBUNUHAN NAKES DI KIWIROK PEG BINTANG
  • AKSI SOLIDARITAS UNTUK ALM GABRIELA MEILANI, NAKES HADIR MELAYANI BUKAN DIBUNUH
  • SEBELUM GUGUR, Alm GABRIELA MEILANI BERCANDA DENGAN KELUARGA LEWAT TELEPHONE
  • SEHARI SETELAH DILANTIK, DIREKTUR RSUD MANOKWARI DIDEMO
  • KISAH MARSELINUS OLA ATTANILA SELAMAT DARI KEJAMNYA KKSB DI KIWIROK PEG BINTANG
  • 10 KORBAN KEKERASAN KKSB DI KIWIROK JALANI PERAWATAN MEDIS DI JAYAPURA
  • KERUSAKAN HUTAN MANGROVE DI SORONG KRITIS
  • POLISI MASIH MEMBURU BELASAN TERSANGKA, PENYERANG POSRAMIL KISOR
  • LIGA PELAJAR INDONESIA TINGKAT PROVINSI PAPUA BARAT RESMI BERGULIR
  • DIDUGA KORUPSI DANA COVID 19, MANTAN BUPATI MAMBERAMO RAYA RESMI DITAHAN POLISI
{"effect":"slide-v","fontstyle":"normal","autoplay":"true","timer":4000}
Minggu, 19 September 2021
PENGUSAHA OAP PALANG 7 KANTOR PEMERINTAHAN WONDAMA
Juli 20, 2021 // Author: // Category: Berita // 0


KAB.TELUK WONDAMA – Asosiasi Pengusaha Asli Papua (ASPAP) melakukan aksi pemalangan terhadap Tujuh Kantor Organisasi Perangkat Daerah, OPD di Lingkup Pemerintah Teluk Wondama, Senin, 19 Juli 2021. Tujuh kantor yang dipalang yakni, Kantor Dinas Pupr, Bagian Unit Layanan Pengadaan, ULP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan, Prndakop, Dinas Kesehatan dan Sekertarian DPRD.

Pemalangan tersebut sebagai bentuk protes terhadap pemkab setempat terkait Pembagian Paket Pekerjaan Tahunan Anggaran 2021 yang dianggap tidak berpihak pada Pengusaha Asli Papua. Para Pengusaha OAP menilai pemkab masih mengabaikan Peratruran Presiden (PRESPRES) Nomor 17 Tahun 2019 yang mengatur bahwa paket pekerjaan dengan nilai Satu Miliar Rupiah ke bawah diberikan kepada Pengusaha Asli Papua.

Koordinator Aksi, Alexander Samberi, mengatakan, pihaknya menuntut Pemda Wondama untuk memberikan penjelasan secara transparan perihal pembagian paket pekerjaan dari APBD Tahun Anggaran 2021. Selaku Sekertaris (ASPAP) Wondama, Alexander, menegaskan, pihaknya telah menmasukan daftar nama Pengusaha Asli Papua kepada pemda agar bisa diakomodir dalam pembagian paket pekerjaan namun sejahuh ini belum ada tanggapan sama sekali dari pemerintah. DPRD setempat juga diminta mendukung dan memperjuangkan apa yang menjadi tuntuan dari para Pengusaha Asli Papua.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Wondama, Selina Akwan, ketika menemui Pengusaha Asli Papua, menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dan meminta penjelasan dari pihak eksekutif terkait tuntutan dari para pengusaha tersebut. Selina juga meminta asosiasi yang menaungi Pengusaha Asli Pengusaha Anak Papua agar membuat Surat Resmi ke DPRD sebagai Dasar Lembaga Legislatif untuk melakukan pemanggilan terhadap bupati dan jajarannya.

– Tim Liputan Papua Channel –